Mahasiswa Kelas Oikumenika STFT Jakarta Diskusikan Gerakan Oikoumene Melalui Kunjungan ke PGI
admin
15 Apr 2026 13:45
JAKARTA,PGI.OR.ID-Sebanyak 60 orang mahasiswa kelas Oikumenika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta, berkunjung ke kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), di Grha Oikoumene, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026).
Pdt. Yusak Soleiman, Ph.D yang mendampingi mereka, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan program kulikuler dari mata kuliah Oikumenika di STFT Jakarta yang dilakukan rutin setiap tahun. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk dapat bercakap-cakap, mendengar, serta melihat langsung apa yang menjadi program PGI dalam rangka gerakan oikoumene.

Melalui kunjungan tersebut, lanjut Pdt. Yusak Soleiman, diharapkan setelah mereka menjadi alumni dapat menjadi penggerak-penggerak oikoumenis, tidak hanya di gereja masing-masing, tetapi juga lingkup Asia, bahkan dunia. “Secara historis kita lihat ikatan antara STFT Jakarta dengan PGI sudah terbukti bertahun-tahun baik dalam hal kegiatan, maupun dalam hal alumni-alumni kami memang menjadi aktivis bahkan menjadi pemimpin dalam gerakan oikoumene. Sebab itu kami harus mempersiapkan generasi demi generasi,” tandasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, menyinggung dinamika dalam gerakan oikoumene dengan 105 sinode gereja anggota, yang majemuk dari berbagai latarbelakang. "Di tengah kemajemukan itu, dinamika beroikoumene menjadi sangat menarik, meski tidak gampang. Tapi adanya Dokumen Keesaan Gereja (DKG) yang di dalamnya terdapat dokumen Pernyataan Iman Gereja-Gereja Anggota PGI, Pemahaman Bersama Iman Kristen (PBIK), Pokok-Pokok Panggilan dan Tugas Bersama (PTPB), Komitmen Keesaan Gereja-Gereja PGI (KKG), serta Tata Dasar dan Tata Rumah Tangga (TD-TRT), menjadi landasan bagi gereja-gereja untuk mewujudkan keesaan gereja di Indonesia,” paparnya.

Dia juga mengulas tentang fokus pelayanan PGI untuk lima tahun ke depan (2024-2029) terkait polycrisisi, yaitu krisis kebangsaan, krisis keesaan, krisis pendidikan, krisis keluarga dan tantangan perkembangan kecerdasan buatan.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan informasi mengenai sejarah, tetapi juga seputar program PGI, yang disampaikan oleh sekretaris eksekutif dan kepala biro di lingkungan PGI, dalam rangka mewujudkan keadilan, membangun perdamaian dan solidaritas, serta menghadirkan kasih Kristus dalam keutuhan kehidupan bersama di dunia ciptaan Allah. Pemaparan materi yang diselingi kuis, dan permainan, membuat suasana menjadi hangat dan penuh canda. Beberapa dari mereka merespon informasi yang didapat dengan melontarkan pertanyaan kritis.

Salah satu mahasiswa, Ruben Timothy Stefano, mengaku merasa bersyukur dengan mengikuti kunjungan ini, karena semakin menambah wawasan serta informasi secara menyeluruh terkait gerakan oikoumene. (MS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
PGI Dampingi Penyintas dalam Uji Materiil Penetapan Status dan Tingkat...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Kepala Biro Pengurangan Risiko Bencana (PRB) PGI Pdt. Shurej Tomaluweng bersama staf Bidang ...
Seruan PGI. “Hentikan Kekerasan Bersenjata: Nyawa Warga Sipil Papua...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menyampaikan seruan mendesak kepada sel...

