|

Ibadah Syukur HUT YAMUGER Ke-50

Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang saat menyampaikan sambutan

JAKARTA,PGI.OR.ID-Yayasan Musik Gereja (Yamuger) mengadakan Ibadah Syukur HUT Ke-50 pada hari Sabtu (11/2), di GPIB Paulus, Jakarta. Sebanyak 13 paduan suara gereja di Jabotabek dan Paduan Suara El-Shaddai USU turut hadir memberikan puji-pujian dalam ibadah ini. Ibadah syukur hut ke-50 YAMUGER mengambil tema “Remembrance, Repertoire, dan Regeneration.” Perayaan ini dihadiri juga dari lintas generasi di Yamuger, generasi pertama TING hingga pengurus baru serta undangan.

Selama 50 Tahun keberadaan Yamuger tidak hanya menghiasi musik gereja di Indonesia, tetapi memberikan sebuah kualitas karya yang tak lekang dalam pujian bagi masyarakat gereja dengan hadirnya Kidung Jemaat yang menjadi pegangan bagi gereja-gereja dari tahun 1985.

Dalam kotbahnya, Pdt. Gomar Gultom M.Th mengatakan, mengenai waktu yang memiliki arti kronos dan kairos. “Dan seperti pemazmur kita belajar memiliki kebijaksanaan dalam merespon secara sadar dalam waktu-waktu ini. Kesempatan selalu ada, 50 tahun pengurus Yamuger selalu mendapatkan kesempatan bahkan mencari terobosan baru ditengah-tengah berkembangnya media digital,” katanya.

Pdt. Gomar Gultom juga menambahkan: “Karya-karya monumental Yamuger harus dirayakan, karya yang diberikan oleh Yamuger bukan hanya berkualitas tetapi berjemaat.”

Dalam rangkaian ibadah, lagu-lagu dinyanyikan oleh paduan suara yang hadir dengan keragaman yang diberikan, dari lintas generasi hingga memberikan nuansa etnik dalam pujian yang dinyanyikan memberikan sebuah warna kemeriahan dan keindahan dalam ibadah tersebut.

Pada kata sambutan yang diberikan oleh Ketua Pengurus Tigor Tanjung dan juga Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang seusai ibadah syukur.

Dalam sambutannya, Tigor Tanjung menjelaskan mengenai tema yang diusung dalam ibadah syukur HUT ke-50 ini. Remembrance berarti mengenang atau mengingat para pendiri dan perintis Yamuger dan juga sekaligus buku-buku karya yang dihasilkan oleh Yamuger. Repertoire yang berarti menjaga kualitas dan sekaligus meningkatkan kualitas karya Yamuger. Regeneration yang berarti sebuah tekad Yamuger dalam kaum muda dan pengembangannya.

Sebagai Ketua Pengurus, Tigor Tanjung juga mengakui tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Yamuger seperti yang dikatakan Pdt. Gomar Gultom mengenai beralihnya ke alat digital dan penjualan buku yang mulai menurun. Rencana kedepannya, Yamuger akan menghadirkan karya dalam menerbitkan buku Kidung Keesaan yang berisi 800 judul lagu yang berasal dari antar denominasi dan nuansa etnik yang diharapkan menjadi sebuah kidung yang dipakai di setiap gereja dan menjadi sebuah keesaan dalam pujian.

Pemilihan lokasi perayaan ibadah HUT ke-50 Yamuger di GPIB Paulus menandakan sebuah ikatan sejarah dimana cikal bakal Kidung Jemaat itu lahir ketika Yamuger ditugaskan untuk mengumpulkan lagu-lagu pujian gereja. Dan, saat ini Yamuger terus mengembangkan sekolah musik Yamuger yang saat ini masih berada di tiga tempat. Tigor Tanjung juga berharap Yamuger dapat membuka sekolah musik dan kantor perwakilan di luar Jawa.

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang menyatakan,Yamuger telah menjadi anugerah bagi gereja-gereja di Indonesia dalam menyiapkan lagu berkualitas untuk nyanyian bagi jemaat.

Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang juga menyampaikan apresiasi terhadap tema yang diangkat dalam perayaan HUT Yamuger ke-50. “Repertoire yang saya lihat mulai didominasi dengan lagu-lagu etnik dan juga regeneration mulai nampak dengan kehadiran lintas generasi di paduan suara yang hadir dalam ibadah perayaan ini,” tandasnya. (Jonathan Simatupang)