Ibadah Hari Doa Sedunia (HDS) 2017

Prosesi pembacaan liturgi HDS 2017

JAKARTA,PGI.OR.ID-Komisi Perempuan PGI Wilayah se-DKI Jakarta, menyelenggarakan Ibadah Hari Doa Sedunia (HDS) 2017 di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sudirman, Jakarta, Senin (6/3).

Ibadah HDS tersebut dihadiri oleh 300 orang lebih yang terdiri dari Majelis dan Komisi Perempuan HKBP Sudirman yang juga sebagai Tuan dan Nyoya Rumah, MPH PGI Wilayah DKI-Jakarta, Ketua Komisi Perempuan PGI Wilayah DKI-Jakarta, Biro Perempuan dan Anak PGI, Komisi Perempuan PGI Wilayah Sektor Jakarta Pusat, Sektor Jakarta Timur, Sektor Jakarta Barat, Sektor Jakarta Selatan, Sektor Jakarta Utara dan Jemaat HKBP Sudirman. Ibadah HDS tersebut terlaksana dengan penuh hikmat.

Sebelum ibadah, panitia HDS memimpin peserta yang dibagi dalam dua kelompok untuk Pendalaman Alkitab (PA)/tema HDS.

Tata Ibadah HDS tahun 2017 ini dipersiapkan oleh Komisi Hari Doa Sedunia Filipina. Tema HDS tersebut adalah “Apakah aku berlaku tidak adil atasmu?”  (Matius 20: 1-16). Mabuhay! (bahasa Tagalog yang berarti Selamat datang) menyambut peserta HDS mengawali prosesi ibadah.

Paduan Suara Komisi Perempuan HKBP Sudirman mempersembahkan puji-pujian
Paduan Suara Komisi Perempuan HKBP Sudirman mempersembahkan puji-pujian

Beberapa paduan suara dari Komisi Perempuan (Komper) ikut mengambil bagian dengan menyanyikan puji-pujian, seperti paduan suara Komper PGIW DKI Jakarta, Komper PGIW DKI Sektor Jakarta Timur, Komper PGIW DKI Sektor Jakarta Selatan, Komper PGIW DKI Sektor Jakarta Utara, Komper PGIW DKI Sektor Jakarta Pusat, Komper PGIW DKI Sektor Jakarta Barat, dan Paduan Suara Komisi Perempuan HKBP Sudirman.

Dalam sambutannya, Repelita Tambunan, Kepala Biro Perempuan dan Anak PGI mengungkapkan, bahwa HDS adalah suatu gerakan perempuan Kristen di seluruh dunia dari berbagai latar belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat pertama di bulan Maret setiap tahunnya.

“Ada dua liturgi HDS, liturgi untuk orang dewasa dan liturgi untuk anak-anak. Tentu ibadah HDS ini tidak hanya dilakukan pada Jumat pertama di bulan Maret, oleh karena itu kami dari Biro Perempuan dan Anak PGI mengharapkan agar kita semua yang hadir pada ibadah HDS ini meneruskan dan mengadakan ibadah HDS tersebut di gereja atau sinode kita masing-masing. Barangkali ada dari saudara-saudara kita yang lain yang ingin ikut dalam ibadah HDS ini tetapi mereka berhalangan hadir pada hari ini di sini, semoga kita bersedia berdoa bersama dengan mereka, terutama juga mengarahkan dan menuntun anak-anak kita untuk melaksanakan ibadah HDS di gereja kita masing-masing,” katanya.

Sekilas HDS

HDS adalah suatu gerakan perempuan kristen di seluruh dunia dari semua latar belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat pertama bulan Maret setiap tahun. Lebih dari 170 negara bergabung dalam gerakan HDS ini, dimana tema dan buku panduannya disiapkan oleh Komite HDS dari negara yang berbeda setiap tahunnya. Perempuan Kristen sedunia memperkokoh iman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan membagi pengalaman, penderitaan, kegembiraan, dan harapan.

Sedikit menilik Filipina, sebagai negara yang menyiapkan liturgi HDS 2017, menurut Kantor Statistik Nasional dan Komisi Perempuan Filipina, satu dari lima perempuan berusia 15 – 49 mengalami kekerasan fisik.  Termasuk kekesaran seksual, kekerasan psikis, kekerasan ekonomi, dan perdagangan orang. Filipina mengeluarkan beberapa Undang-undang untuk perlindungan perempuan dari kekerasan: Anti Pelecehan seksual, Anti Pemerkosaan, dan Perlindungan serta Pendampingan Korban Perkosaan, Anti Perdagangan Orang, dan Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, didukung oleh Program Perlindungan Perempuan dan Anak.Dewan Gereja-gereja Filipina menyediakan pendidikan dan pelaytihan untuk para pemimpin perempuan dari gereja-gereja anggotanya untuk penanggulangan kekerasan terhadap perempuan.

Gereja Baptis, Gereja Metodis, Organisasi-organisasi Perempuan United Church, melaksanakan kampanye berkelanjutan untuk menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Terbang bersama sayap Merpati” adalah kampanye yang berlangsung tiga tahun diseluruh Luzon, Visayas, dan Mindanao, dengan target kaum perempuan, laki-laki, dan pemuda dalam komunitas gereja.

Di Pulau Romblon, Perempuan Oikumenis membuat Nota Perjanjian dengan Polisi lokal dan kantor daerah Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan, yang mendorong untuk melapor jika mengalami kekerasan. Suatu kampanye yang efektif dilakukan dengan menggabungkan Pengajaran Alkitab, Undang-undang, Advokasi, Liturgi, dan jejaring kerjasama dengan organisasi perempuan lainnya, serta dengan pemerintah lokal.

Pada Februari 2015, ada lebih dari 3000 pelajar, guru, dan biarawati dari sekolah-sekolah di Manila bergabung dalam kampanye “One Billion Rising”, mereka menari di jalanan untuk kampanye mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. (informasi tentang One Billion Rising dapat dilihat di www.onebillionrising.org). Bagi Gereja Protestan di Filipina, Hari Doa Sedunia (HDS)mulai dirayakan pada akhir abad ke-19 dan di permulaan abad 20. Berbagai denominasi Kristen dibawa  oleh para misionaris dari Amerika Utara pada masa pendudukan Amerika. Isteri dari para misionaris tersebutlah yang memperkenalkan HDS di Filipina.