|

Doa Bersama untuk Kedamaian dan Kesatuan Indonesia

Pimpinan lembaga gerejawi, pendeta, pastor dan jemaat menaikkan doa syukur

JAKARTA,PGI.OR.ID-Sekitar 1000 orang jemaat lintas denominasi gereja Protestan dan Katolik bersama-sama menaikkan doa untuk kedamaian dan kesatuan Indonesia, di Gereja Katolik Santo Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (2/6).

Jemaat berkumpul bersama di Gereja Katolik Santo Yakobus

Jemaat berkumpul bersama di Gereja Katolik Santo Yakobus

Dalam doanya, mereka memohon berkat Tuhan bagi semua yang telah memperjuangkan kemerdekaan tanah air Indonesia, memberkati para pemimpin bangsa ini agar dapat memimpin berdasarkan keadilan dan kebenaran Tuhan, serta mengedepankan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, membebaskan bangsa ini dari bahaya bencana alam, kelaparan, wabah penyakit, ancaman perselisihan, tindakan kekerasan yang mencederai persatuan, kesatuan, dan kebhinnekaan bangsa Indonesia. “Bantulah kami mewujudkan tanah air yang adil, makmur, aman, damai, dan sejahtera demi tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila,” demikian doa yang disampaikan

Usai doa bersama, para pimpinan lembaga gerejawi menandatangani naskah Doa Syukur untuk Tanah Air Indonesia yang kemudian diserahkan kepada pemerintah melalui perwakilan dari KEMENKUMHAM yang hadir dalam kegiatan ini.

Pdt. Dr. Lintje H. Pellu saat menandatangani naskah Doa Syukur untuk Tanah Air Indonesia

Pdt. Dr. Lintje H. Pellu saat menandatangani naskah Doa Syukur untuk Tanah Air Indonesia

Sebelumnya, secara bergantian para pimpinan lembaga gerejawi menaikkan doa syafaat dengan beberapa topik doa seperti kesatuan gereja sebagai tubuh Kristus dan syukur 500 tahun Reformasi, kebangunan rohani bagi umat Tuhan, kesatuan keluarga, anak dan remaja, kesatuan bangsa dan negara, pemimpin agama dan umat beragama, penegakan hukun dan keamanan, serta pemimpin pemerintahan.

Kegiatan doa bertajuk Doa Ekumene untuk Kedamaian dan Kesatuan Indonesia ini, didukung oleh Komisi HAK KWI, PGI, PGLII, PGPI, PBI, Bala Keselamatan, Adven, Ortodox, JDN, dan Indonesia One.